Jual Lebih dari 200 Jenis Bibit Tanaman Obat Herbal

Tanaman Obat. Negara Indonesia telah dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber bahan obat alam di dunia (Wijayakusuma, 1993:67). Akhir-akhir ini, penggunaan obat tradisional atau yang dikenal sebagai obat herbal mengalami peningkatan (Supriyadi, 2001: 16) bahkan Pemerintah selaku aparatur Negara juga telah mendukung pengembangan pengobatan tradisional, terutama untuk mengantisipasi harga obat yang mahal (Dalimartha, 1999:8). 

Namun keberadaan tanaman obat sebagai bahan baku jamu sering dikatakan sebagai pengobatan kuno. Banyak pandangan miring yang mengatakan bahwa pengobatan kuno tidak lagi mujarab jika di konsumsi di jaman serba modern. 

Tanaman obat berdasarkan hasil riset, dinyatakan bahwa telah dikonsumsi di beberapa negara sejak zaman dahulu. Di Negara Mesir contohnya, pada tahun 2.500 sebelum Masehi telah membudidayakan tanaman obat keluarga sebagai bahan obat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Bangsa Yunani kuno juga telah membudidayakan tanaman obat keluarga (Hyppocrates) sebagai bahan pembuat jamu tradisional sejak jaman tahun 466 sebelum Masehi.


Di Negara Cina, sejak dukun Wu dapat menyembuhkan penyakit kerapuhan tulang sekitar 3.000 tahun yang lalu. Pengobatan melalui tanaman herbal marak dipergunakan. Di Inggris dokumentasi tentang tanaman yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit juga telah di bukukan oleh Nicholas Culpepper pada tahun 1649 berjudul The Complete Herbal and English Physician, Enlarged.

Manfaat tanaman obat di Indonesia pemanfaatannya juga telah dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu, namun pembukuan tanaman yang dapat digunakan obat baru ada pada pertengahan abad ke XVII melalui Jacobus Rontius dengan bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Disebutkan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ada 9.606 Spesies tanaman obat di Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, disampaikan oleh Kepala Balai Tanaman Obat dan Obat Tradisional, "saat ini beberapa tanaman terancam punah sehingga harus dilindungi".


Dukungan penting terhadap pengembangan tanaman obat herbal juga menjadi kebijakan tersendiri yang dapat di lihat dalam UU No 23 tahun 1992 pasal 47 tentang pengobatan tradisional dan dalam Kepmenkes No 1076/SK /VII/2003 tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional yang menggunakan tanaman obat-obatan tradisional. Maka tidak mengherankan jika program pengembangan tanaman obat keluarga sering melibatkan kelompok ibu-ibu Dasa Wisma, PKK di tingkat ibu-ibu rumah tangga dan dikelola oleh masing-masing wilayah RT, RW atau desa.

Definisi Toga (Tanaman Obat Keluarga)



jual tanaman obat
Tanaman Obat
Tidak diragukan lagi tumbuhan sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan, karena di samping sebagai sumber makanan juga dapat sebagai obat. Kesembuhan penyakit seseorang juga tidak hanya dapat obati dengan pengobatan modern, tetapi juga dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman obat-obat berkasiat (Widyawati, 1999:34).

TOGA adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Dikatakan sebagai obat keluarga karena tanaman obat di tanaman di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang dimanfaatkan khasiatnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Tukiman, 2004).

Tanaman obat menurut Kartasapoetra (1992 :3) adalah tanaman tinggal dipetik dan diracik, kemudian langsung dikonsumsi untuk obat. Sedangkan Siswanto (1997:3) menyebutkan tumbuhan obat adalah tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau bahan jamu.


Pengobatan herbal merupakan manifestasi dari partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan problematika kesehatan dan telah diakui peranannya oleh berbagai bangsa dalam meningkatkan  derajat kesehatan masyarakat (Nurwidodo, 2003 : 24).

Berikut kami paparkan beberapa manfaat budidaya tanaman obat keluarga :

1.      Pengobatan diri sendiri yang murah dan aman
2.      Menjaga lingkungan bersih dan asri
3.      Membantu perekonomian keluarga
4.      Meningkatkan keguyuban dalam bermasyarakat
5.      Membantu orang lain mendapatkan kesehatan
6.      Udara menjadi segar dan bersih

Jenis tanaman obat

Tanaman Obat Herbal
Tanaman Obat Keluarga

Jenis tanaman obat yang sering dibudidayakan oleh masyarakat adalah tanaman obat yang penanaman dan pemeliharaan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tempat-tempat penanaman yang khusus. Siswanto, (1997:3). Jenis tanaman terdapat di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat yaitu umbi, akar, batang, daun, Bunga, biji dan sebagainya. Contoh umbi seperti bawang dayak, daun seperti daun sirsak, daun kelor dan daun pegagan.

Tanaman Obat Herbal dapat dikatakan aman jika ?

Suatu produk herbal dapat dikatakan aman jiika telah digunakan secara turun-temurun melewati tiga generasi dan terbukti aman, atau telah diuji toksisitasnya menggunakan hewan uji meliputi uji toksisitas akut, subkronis, kronis dan uji mutagenitas, dan terbukti aman untuk digunakan pada manusia.

Peluang bisnis tanaman obat

Potensi pengembangan bisnis tanaman obat di Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah. Indonesia memiliki lebih dari 9.609 spesies tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat herbal (Wasito, 2008). Menurut  Syukur dan  Hernani (2003), sekitar 26% telah dibudidayakan, dan sisanya 74% tumbuhan liar di hutan-hutan. Dari yang telah dibudidayakan, lebih dari 940 jenis digunakan sebagai obat tradisional seperti tempuyung.

Peluang budidaya tanaman herbal, tercermin dari jumlah dana subsidi Pemerintah untuk kesehatan bagi rakyat miskin yang mencapai 2,1 trilyun rupiah untuk melayani 36,6 juta masyarakat miskin dan subsidi impor bahan baku obat generik dalam jumlah yang sangat besar, yaitu US $ 116 juta (setara dengan 1.1 triyun rupiah), sehingga total subsidi tersebut mencapi 3,2 triliyun rupiah (Depkes, 2006). Namun kini penggunaan obat-obat kimia tersebut belum mampu meningkatkan harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Selain itu, adanya efek samping dari obat kimia tertentu telah mendorong masyarakat untuk menggunakan obat-obat herbal.

Budidaya tanaman obat memiliki potensi sangat besar. Tidak kurang dari 1166 buah perusahaan obat tradisional, yang terdiri dari 129 industri obat tradisional (IOT, aset > Rp. 600 juta), dan 1037 industri kecil obat tradisional (IKOT, aset < Rp. 600 juta), telah berkembang di Indonesia dengan menghasilkan berbagai jenis ramuan obat dan bahan baku yang beragam.


Peluang pasar tanaman obat masih cukup luas baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Kebutuhan dalam negeri setiap tahunnya meningkat sebagaimana tercermin dari pertumbuhan jumlah IOT dan IKOT di Indonesia, belum termasuk kebutuhan industri rumah tangga dan jamu gendong.

Belum lagi buat kebutuhan perlombaan tanaman obat yang biasanya sering diadakan menjelang kemerdekaan, potensi jual bibit tanaman tentu menjadi kebutuhan masyarakat. Ditambah dengan kesadaran akan pentingnya tanaman obat untuk kesehatan. 

Budidaya Tanaman Obat 

Contoh peluang yang masih terbuka dan cukup potensial untuk meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat. Selain dapat meningkatkan nilai tambah dari sisi ekonomi, pola tersebut juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Tanaman obat juga dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi (vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak). Beberapa jenis Tanaman Obat berkhasiat sebagai anti diare antara lain adalah daun jambu biji dan kunyit; penurun panas (temu giring, dan kembang sepatu), mengeluarkan angin (jahe, kencur), anti biotik (kunyit, sirih, lengkuas, dan jambu biji), peningkatan daya tahan tubuh (buah merah, pegagan, temulawak, dan meniran), meningkatkan kecerdasan (pegagan, jintan hitam dan kembang telang), memperbaiki fungsi ginjal (kumis kucing, dan tempuyung), penurun kadar gula dan lipid darah (paria, labu siam, sambiloto, mahkota dewa, mengkudu dan salam), dan obat demam berdarah (meniran, daun jambu biji, kunyit, temu ireng, dan daun pepaya), meningkatkan vitalitas tubuh (purwoceng, cabe jawa, pasak bumi).

Untuk memacu pengembangan tanaman obat menuju kemandirian petani dalam pelayanan kesehatan, jenis-jenis tanaman obat yang akan ditanam disarankan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Tanaman sudah terdapat di daerah pemukiman setempat;
2. Mudah dikembangbiakkan, tidak perlu cara penanganan khusus;
3. Dapat dipergunakan untuk keperluan lain (fungsi ganda), misalnya untuk sumber obat, makanan, minuman,  bumbu dapur, kayu bakar, bahan kerajinan tangan dan nutrisi keluarga;
4. Dapat diolah menjadi simplisia dan produk lain dengan cara yang sederhana.

Peluang budidaya tanaman herbal, tercermin dari jumlah dana subsidi Pemerintah untuk kesehatan bagi rakyat miskin yang mencapai 2,1 trilyun rupiah untuk melayani 36,6 juta masyarakat miskin dan subsidi impor bahan baku obat generik dalam jumlah yang sangat besar, yaitu US $ 116 juta (setara dengan 1.1 triyun rupiah), sehingga total subsidi tersebut mencapi 3,2 triliyun rupiah (Depkes, 2006). Namun kini penggunaan obat-obat kimia tersebut belum mampu meningkatkan harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Selain itu, adanya efek samping dari obat kimia tertentu telah mendorong masyarakat untuk menggunakan obat-obat herbal.

Budidaya tanaman obat memiliki potensi sangat besar. Tidak kurang dari 1166 buah perusahaan obat tradisional, yang terdiri dari 129 industri obat tradisional (IOT, aset > Rp. 600 juta), dan 1037 industri kecil obat tradisional (IKOT, aset < Rp. 600 juta), telah berkembang di Indonesia dengan menghasilkan berbagai jenis ramuan obat dan bahan baku yang beragam.

Peluang pasar tanaman obat masih cukup luas baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Kebutuhan dalam negeri setiap tahunnya meningkat sebagaimana tercermin dari pertumbuhan jumlah IOT dan IKOT di Indonesia, belum termasuk kebutuhan industri rumah tangga dan jamu gendong.

Budidaya tanaman obat sebagai pengobatan tradisional sudah tidak diragukan lagi kebermanfaatannya, meski di era serba modern. Menurut WHO, sekitar 25 % obat modern berasal dari tanaman obat. Untuk menjaga kesehatan keluarga anda, persiapkan sejak dini dengan tanaman obat, agar suatu saat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diobati sesegera mungkin mengingat mahalnya biaya kesehatan sekarang.


Pesan Sekarang Juga
Langsung Pilih Sendiri
Minimal pembelian 3 bibit

Cara Pemesanan:

toga.com# Nama Lengkap# Alamat Lengkap# Nomer HP Aktif# Bibit tanaman obat yang dipesan# Keterangan lain jika ada. Kirim ke 085 727 812 151

Contoh

toga.com# Kamtari# Jl. Menangeng Rt. 01 Rw 06 Kel. Kudu Kec. Genuk Kota Semarang 50116 # 2 bibit jinten putih + 2 bibit daun ungu, 1 bibit purwoceng#. Minta Nomer Rekening BCA. Kirim Ke 085 727 812 151

Daftar Bibit Tanaman Obat


No.
Nama
Harga
Manfaat
1.
Anting-anting
Rp. 15.000
Mengatasi Kencing Nanah (Hematuria)
2.
Akar Wangi
Rp. 36.000
Mengobati bau mulut dan menurunkan demam
3.
Bidara Arab
Rp. 75.000
Penangkal Gangguan Sihir
4.
Brotowali
Rp. 32.000
Mengobati Kencing Manis, Merangsang Nafsu Makan & Demam Kuning
5.
Binahong
Rp. 28.000
Menyembuhkan Penyakit Asam Urat, Jerawat Kronis & Kolesterol
6.
Rp. 20.000
Menyembuhkan Penyakit Stroke, Epilepsi & Kanker Rahim.
7.
Cakar Ayam
Rp. 32.000
Memelihara Sendi dan Mengurangi Resiko Tulang Rapuh
8.
Cocor Bebek
Rp. 10.000
Menyembuhkan bekas jerawat
9.
Camcao Batang
Rp. 34.000
Menyembuhkan Leukimia, Sel Kanker & Disentri
10.
Ciplukan
Rp. 15.000
Menghilangkan kuning pada bayi yang baru lahir
11.
Cabe jawa
Rp. 30.000
Mengobati Sariawan
12.
Daun mint
Rp. 25.000
Mengurangi Resiko Alergi
13.
Dandang Gendhis
Rp. 37.000
Menurunkan Kadar Gula Darah
14.
Dlingo
Rp. 43.000
Obat penenang, obat lambung dan obat limpa
15.
Daun Afrika
Rp. 28.000
Menurunkan kolesterol
16.
Daun Sendok
Rp. 10.000
Mengobati batu ginjal
17.
Daun Ungu
Rp. 21.500
Mengobati Ambein, Reumatik & Bisul
18.
Daun Dewa
Rp. 25.000
Mengobati Pembekakan Payudara, Pendarahan sehabis melahirkan & Tulang Patah
19.
Rp. 35.000
Menghancurkan Batu ginjal, kandung kemih dan empedu.
20.
Gendola
Rp. 10.000
Obat Cacar Air
21.
Insulin
Rp. 25.000
Membantu Mencegah dan Mengobati Diabetes
22.
Jinten Putih
Rp. 32.000
Mengobati sakit jantung, sulit tidur & Haid tiak lancar
23.
Jahe Gajah
Rp. 10.000
Sebagai Penghangat Tubuh
24.
Jahe Emprit
Rp. 12.000
Sebagai Penghangat Tubuh
25.
Jahe Merah
Rp. 15.000
Sebagai Penghangat Tubuh
26.
Kapulaga
Rp. 34.000
Menghilangkan bau mulut
27.
Karet Kebo
Rp. 45.000
Mengatasi Penyakit Stroke
28.
Rp. 27.000
Mengobati Rabun Ayam, Sakit Mata, Sukar Buang Air Kecil dan Alergi
29.
Kunyit Putih
Rp. 30.000
Mengobati kanker
30.
Keladi Tikus
Rp. 31.000
Menyembuhkan kanker, Menetralisir racun narkoba & Detoksifikasi
31.
Kemuning
Rp. 35.000
Pelangsing tubuh, Keseleo & Keputihan.
32.
Ki Tolod
Rp. 25.000
Mengobati Katarak, Mata minus &  Infeksi Mata.
33.
Keji Beling
Rp. 15.000
Mengobati Tumor, Maag & Lever (Sakit Kunig)
34.
Kumis Kucing
Rp. 10.000
Mengobati infeksi ginjal, Infeksi kandung kemih & Kencing Batu.
35.
Katuk
Rp. 28.000
melancarkan ASI bagi ibu yang tengah menyusui
36.
Lavender
Rp. 20.000
Ampuh Atasi Insomnia
37.
Lidah Buaya
Rp. 17.000
Menyuburkan Rambut
38.
Lidah Badak
Rp. 24.000
Mengobati penyakit tumor
39.
Miana (Daun Iler)
Rp. 27.000
Baik untuk Mengatasi Gangguan pada Saat Menstruasi
40.
Meniran
Rp. 17.000
Menyembuhkan Sakit Kuning (lever), Ayan dan Malaria
41.
Mengkudu
Rp. 27.500
Mengobati diabetes
42.
Mahkota Dewa
Rp. 35.000
Mencegah penyumbatan pembuluh darah
43.
Otot Ototan
Rp. 27.500
Melancarkan Kencing, Mengobati kencing berdarah
44.
Patikan Kebo
Rp. 10.000
Menyembuhkan tipes
45.
Rp. 35.000
Menurunkan gejala depresi, antilepra dan antilupa.
46.
Rp. 35.000
Melipatgandakan Stamina Seksual untuk laki-laki
47.
Pletekan
Rp. 26.000
Menyembuhkan Kencing manis dan kencing batu
48.
Patah Tulang
Rp. 27.000
Mengobati Kapalan, Kutil dan Patah Tulang.
49.
Rosella
Rp. 35.000
mengurangi berat badan
50.
Rain Lilly
Rp. 20.000
Membantu menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka di kulit.
51.
Sambung Nyowo
Rp. 26.000
Mengobati Patah Tulang, Ginjal & Telat datang bulan
52.
Sendokan
Rp. 21.000
Menyembuhkan infeksi saluran kencing, Radang mata merah & Batuk darah
53.
Sambiloto
Rp. 13.000
Membantu mencegah penyakit jantung
54.
Sirih Merah
Rp. 35.000
Mengobati Jantung Koroner, Kanker Rahim & TBC
55.
Sirih Hijau
Rp. 20.000
Mengobati keputihan dan bau mulut
56.
Sambang Darah
Rp. 30.000
Menyembuhkan disentri, muntah darah, pendaharan haid berlebihan, pendarahan pasca kelahiran dan keguguran.
57.
Som Jawa
Rp. 31.000
Memperbanyak ASI, mengobati nyeri lambung dan paru-paru lemah.
58.
Sidaguri
Rp. 28.000
Menyembuhkan asam urat
59.
Rp. 35.000
Autis, Diabetes & Pengontrol Kadar Gula.
60.
Suruhan
Rp. 10.000
mengobati vertigo
61.
Sambung Nyawa
Rp. 27.000
Mengobati tumor dan kanker
62.
Tapak Dara
Rp. 40.000
Mengobati Leukimia
63.
Rp. 35.000
Mengobati penyakit batu ginjal dan radang payudara
64.
Tikel Balung
Rp. 45.000
Mengobati Kanker
65.
Tin
Rp. 50.000
Menstabilakan Detak Jantung
66.
Zaitun
Rp. 150.000
Memerahkan bibir

Daftar Harga Bibit Tanaman Obat Jenis Empon-Empon / Rempah – Rempah / Temu-Temuan


No.
Nama
Harga
Manfaat
1.
Adas
Rp. 20.000
Mengatasi Anemia
2.
Adas Manis
Rp. 20.000
Meningkatkan Fungsi Otak
3.
Adas sowa
Rp. 20.000
Melancarkan Asi
4.
Asam gelugur
Rp. 24.000
Menurunkan Berat Badan
5.
Asam Jawa
Rp. 26.000
Mengobati Luka Usus
6.
Bawang Putih
Rp. 22.000
Mengobati infeksi paru-paru.
7.
Bawang Merah
Rp. 22.000
Menurunkan Tekanan Darah
8.
Bawang Bombai
Rp. 26.000
Mengobati Penyakit Cacingan
9.
Bangle
Rp. 27.000
Obat Sakit Kuning
10.
Bunga Lawang
Rp. 34.000
Mengatasi Sembelit
11.
Cengkeh
Rp. 45.000
Menjaga Kesehatan Tulang
12.
Daun pandan
Rp. 25.000
Menghilangkan Ketombe
13.
Daun Salam
Rp. 37.000
Meredakan Batuk
14.
Jinten Hitam
Rp. 40.000
Mengobati Epilepsi
15.
Kunyit
Rp. 18.000
Mengobati Penyakit Asam Lambung
16.
Kencur
Rp. 10.000
Mengobati Batuk
17.
Kemiri
Rp. 27.000
Membantu Mengobati Sakit Gigi
18.
Kapulaga Jawa
Rp. 38.000
Mengobati kejang otot
19.
Kayu Manis
Rp. 35.000
Mengontrol Gula Darah
20.
Kluwek
Rp. 40.000
Menghilangkan kutu pada rambut
21.
Laos / Lengkuas
Rp. 17.000
Obat Diare
22.
Merica
Rp. 40.000
Melawan Depresi
23.
Serai
Rp. 23.000
Mengobati Gangguan Pernafasan


 Mohon maaf, Data di atas adalah salah satu manfaatnya saja, dan tidak semua jenis tanaman dapat kita cantumkan harganya satu persatu. Untuk memperhemat waktu silahkan langsung sms / WA saja ke 085727812151.

Penting di Baca:

1. Harga belum termasuk ongkir.
2. Pembelian minimal 3 bibit dan di persilahkan untuk milih sendiri.
3. Transfer dulu baru barang kita kirim
4. Jika anda sudah mengirim SMS/WA dengan format di atas, maka selanjutnya akan kami informasikan nomer rekening kami dan total biaya transfer.
5. Jika dalam jangka waktu 7-10 sejak pengiriman barang dan barang belum sampai tujuan. Segeralah hubungi kami.

Nomer Resi kami fotokan langsung di Whatapp Anda

Jika ada yang ingin disampaikan, silahkan hubungi kami di :

HP  : 085727812151
WA  : 085727812151


Hormat Kami

Muhammad Solihin M. Pd

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter